Archive for May, 2008

26
May

TOPI WAHIDIN KOK AMAZING THAILAND

Topi, Piknik Dan Wahidin Halim

Mohamad Hamdan
Mantan Aktivis UI ‘98

Tentu kita semua tahu bahwa fungsi utama dari Topi adalah menutupi bagian atas kepala, entah itu dari hujan ataupun bisa juga dari sengatan matahari yang kian hari cukup tidak bersahabat. Apalagi dikaitkan dengan isu pemanasan global yang makin membanjiri ruang public kita belakangan ini.

Namun demikian ada yang menarik dari sebuah foto yang terpampang sangat besar di banyak tempat belakangan, terutama di sudut-sudut ruang di kota Tangerang ini. Bukan lantaran tulisan pada spanduk tersebut yang berlanggam tentang pemberantasan Narkoba : TEMPAT PALING TEPAT BAGI PENGEDAR NARKOBA ADALAH PENJARA, atau tentang Langgam Spirit Kota Tangerang yang bertema-kan selalu AKHLAQUL KARIMAH. Dibalik itu ada sebuah foto yang sangat menggelitik saya selaku penulis, yaitu : Topi yang dipakai oleh Bapak Walikota Tangerang saat ini yakni Wahidin Halim.

Ada apa dengan topi? Ada apa dengan topi yang di pakai Bapak Walikota ini? Siang malam foto dari spanduk besar ini terpampang dengan sangat terbuka, lengkap dengan ragam dan aneka tema-nya seperti saya ulas sedikit diatas. Setiap kali melewatinya Saya terus menerus memperbincangkan dengan diri saya sendiri, sehingga sampai tercurahkan dalam tulisan saya ini.

Bahwa saya begitu bangga, karena Walikota Tangerang ini, ternyata punya apreasiasi sangat lumayan mengenai pariwisata, terbukti bahwa topi yang dikenakannya tersebut ternyata bertuliskan AMAZING THAILAND, tentu saja asumsi saya bahwa topi tersebut didapat sebagai oleh-oleh dari Negeri Siam—Thailand. Negara tetangga kita ini memang boleh diakui diatas bangsa kita dalam menyedot wisatawan manca Negara. Termasuk juga wisatawan regional seperti dari Indonesia sendiri tentunya.

Daya pikat dari Thailand memang tak terbantahkan sehingga seorang Kepala Daerah di sebuah kota di Indonesia pun ternyata kepincut mengenakan topi tersebut. Alhasil Topi tersebut ikut menyeruak menjadi icon yang setiap harinya terlihat dan diperhatikan oleh seluruh warga Negara Kota Tangerang, dan salah satu diantaranya adalah penulis sendiri.

Asumsi saya yang kedua adalah bahwa Foto tersebut berasal dari bagian dokumentasi kedinasan, sehingga tentu saja milik internal pemerintahan. Dan sebagaimana kita mengerti bersama bahwa kemampuan pencitraan aparatur terbatas pada kemampuan mengkliping, dan sesekali mereklamasi dalam bentuk media internal atau sesekali pula merelease pesan dari kegiatan top leader menjadi tampilan dengan suguhan yang sentuhan artivisual dan kemampuan artistikal yang sedikit terabaikan untuk sekedar mengganti kemampuan minimalis artivisual. Alhasil topi tersebut menyelinap secara sangat “tidak sengaja” menampilkan Bapak Walikota Tangerang menjadi bintang iklan AMAZING THAILAND.

Bintang Iklan kah Walikota Tangerang? Menurut hemat saya belum cukup alasan mengarah kesana, meski demikian, untuk sebagian orang yang sangat jeli, menampilkan seorang Kepala Pemerintahan dengan atribut tertentu, tentu saja memberikan pesan moral yang sama besarnya. Seperti halnya di setiap waralaba atau apotik anda akan temukan poster Bapak Presiden SBY, Bapak Wakil Presiden dan Ibu Menteri Kesehatan memegang botol-botol obat generik. Ini tentu saja sangat sengaja untuk memberikan pesan sangat kuat pada masyarakat bahwa. Pemerintah serius memperhatikan kesehatan masyarakat dengan mendorong penggunaan obat generic.

Lalu bagaimanakah Pesan topi tersebut tersampaikan. Dengan analogi obat generic tadi, tentu lagi saya berbangga bahwa apresiasi Walikota Tangerang mengenai Pariwisata cukup menggembirakan, meski demikian pernahkah terbersit dalam benak anda menjadikan kota Tangerang, sebagai tujuan wisata tanah air, atau mungkin juga regional dan manca Negara?

Dan sebagaimana oleh-oleh tentu saja orang yang memakainya akan dikaitkan dengan kunjungan, pergunjingan tentang kunjungan ke sebuah Negara, apapun jenis lawatannya tentu saja tidak dapat dipungkiri dengan kata berlibur, alias piknik. Ini artinya Wahidin Halim sendiri tentu akan di pergunjingkan. Membawa oleh-oleh “piknik”. Tanpa menyisakan arti kunjungannya yang boleh jadi mungkin dalam rangka kedinasan dan seterusnya. Lalu apa jadinya citra seorang Kepala Pemerintahan hanya sekedar piknik saja mesti ke Negeri Siam-ini lagi-lagi bertolak belakang dengan upaya pemerintah menggulirkan Visit Indonesian Year 2008.

Bila tulisan yang berada di Topi tersebut, I LOVE BALI, misalnya tentu kita sangat mafhum bahwa sebagai sesama Kepala Pemerintahan Daerah mungkin saja Walikota Tangerang ingin mempublikasikan secara sangat sengaja membantu program Visit Indonesian Year 2008, dan sebagai sesama anak bangsa kita bangga memiliki Bali yang mendunia.

Bicara tentang pariwisata, khususnya di Kota Tangerang ini, menurut hemat penulis, jarang kita temukan keinginan, Tangerang untuk menjadi destinasi wisata, sebelum hal tersebut, tentu saja Pariwisata memerlukan komponen sebagai prasyarat, terutama sekali sumber daya alam yang eksotis, sumber daya manusia yang terbuka, dengan ranah kultur yang mampu memberikan keleluasaan bagi para wisatawan itu sendiri.

Alih-alih menseriusi persoalan keinginan tersebut, menurut saya juga ada persoalan cukup serius, bahwa pesan yang dapat diapresiasi oleh masyarakat dari Kepala Pemerintahan yang seolah membangun pencitraan dari pesan yang tertulis, justru Foto dari Topi tersebut membangun citra yang bias sangat mungkin bertolak belakang dengan tema kunjungan pariwisata, atau bahkan jangan-jangan mengandung persoalan sedikitnya moralitas pemimpin dalam mencintai bangsa sendiri.

Bagaimana mungkin kita bicara tentang bangganya kita sebagai Warga Negara Kota Tangerang yang mampu mencintai Daerahnya sendiri, alih-alih justru di contohkan oleh pemimpinnya untuk mencintai bangsa lain. Memang tidak akan sampai kearah tersebut meski demikian tentu saja mengindikasikan dari awal bahwa. Begitu mudah dan longgarnya sensor serta audit pencitraan bahkan hal sangat kecil namun mendasar ternyata mudah terabaikan.

Meski demikian menurut hemat saya belum terlambat untuk memperbaiki hal tersebut, meskipun pencitraan ini bisa sangat mungkin menjadi boomerang dikemudian hari apabila tidak segera di perbaiki.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa hari-hari belakangan ini mendekati jadwal turbulensi politik yakni Pilkada, tentu suhu politik di tubuh wilayah Tangerang ini akan kian menghangat mengingat, tentu saja akan ada arena kompetisi disana, dan bisa jadi hal ini akan digunakan oleh lawan politik atau yang berseberangan dengan Bapak Walikota Wahidin Halim yang saat ini menjadi incumbent untuk dimanfaatkan sebagai alat untuk menyerang. Dan tentu saja sebuah perkara yang setidaknya “menyelinap” secara sepele tadi justru menjadi katalis untuk meruntuhkan pencitraan kepemimpinan yang terbangun justru untuk menciptakan masyarakat yang ber Akhlaqul Karimah. Termasuk diantaranya tentu mencintai negeri sendiri adalah sikap Akhlaqul Karimah.

Meski demikian sampai sejauh ini menurut penulis belum sampai ada yang melontarkan isu ini, namun akan sangat kurang sedap dan “indah” apabila arena demokrasi di Kota Tangerang yang akan berlangsung pada waktunya nanti justru “menyelinap” isu yang diam-diam memang menyelinap secara sangat tidak disengaja, seperti saya utarakan diatas.

Karena ketidakcermatan tertentu justru “menyelinap” isu-isu yang bukan seharusnya menjadi isu subtansial. Masalah pembangunan dan persoalan lainnya yang memerlukan komando kepemimpinan yang jauh lebih vital. Karena bagaimanapun keberhasilan Pembangunan di Kota Tangerang ini juga harus kita cermati secara jeli, baik itu dengan bersikap kritis maupun dengan memberikan dukungan yang semestinya.

Mohamad Hamdan
Warga Negara Kota Tangerang

Nama : Mohamad Hamdan
Alamat : Jl. Cempaka 1 No. 38 Perumnas Karawaci Tangerang
Alamat Email : Mohamadhamdan1976@yahoo.com
Telp : 02198807697//0818719069